Alhamdulillah,
Tanggal 14 Mei 2008 Rakhelku lulus jadi sarjana ASI Eksklusif.
Terima kasih Allah, karena dengan ijinNya, mama bisa mendapat banyak dukungan terutama dari eyang dan papa untuk memberi ASI eksklusif untuk Rakhel selama 6 bulan dan insya Allah lanjut sampai 2 tahun.
Beruntung banget mama bisa kenalan dengan milis Asiforbaby pada saat cuti sebelum melahirkan. Sejak hamil mama memang bertekad memberi ASI eksklusif. Tapi nggak terlalu berharap banyak, karena mama masih kerja dan pengalaman teman-teman sekantor mama yang hanya bisa ngasih ASI paling lama 4 bulan, selebihnya diganti susu formula karena biasanya ASI-nya sudah nggak keluar lagi. Tapi milis Asiforbaby membuat mama pede dan punya keyakinan baru bahwa ibu yang bekerja pun bisa tetap memberi ASI eksklusif dengan cara ASInya di perah dan disimpan di kulkas. Mama benar-benar berterima kasih banget untuk sharing, tips dan masukan dari para mommy anggota milis, bahkan mama bisa ketemu temen lama di milis ini. Salah satunya Dhitta, teman SMP mama, dan mbak Nia Umar yang ternyata istri bang Hani Syarif (kakak kelas di Tarnus).
Mama masih inget betapa ngasih ASI eksklusif selama 6 bulan itu nggak mudah. Mulai dari mama yang harus kembali kerja, sementara eyang dan papa maksa ngasih susu formula ke Rakhel karena takut ASI Perah mama nggak cukup, payudara mama yang bengkak sampai meriang karena ada saluran ASI yang tersumbat, di kantor nggak sempet mompa ASI karena banyak nasabah, Rakhel yang sempat Nursing Strike, nggak mau nyusu langsung sama mama, dan bobo 2 malem sama eyang, sampe akhirnya mama menyerah dan memilih resign demi memberikan ASI eksklusif. Alhamdulillah, lagi-lagi keluarga dan khususnya papa mendukung sepenuhnya. Dan mama bersyukur usaha mama tidak sia-sia, karena berhasil memenuhi hak Rakhel untuk mendapat ASI selama 6 bulan.
Sekarang tantangan baru ada di depan mata, yaitu sudah saatnya Rakhel mendapat makanan tambahan, yaitu Makanan Pendamping ASI (MPASI). Berkat milis Asiforbaby jugam mama jadi dapat banyak panduan tentang MPASI ini, baik itu berupa jadwal pemberian makan, guideline do’s & don’t’s, juga peralatan apa aja yang harus dipersiapkan.
Jadi kita sekarang sama-sama berjuang lagi ya sayang. Semoga anak mama maemnya pintar dan sehat selalu. Amien…
Oiya, berhubung Rakhel belum punya High Chair, jadi untuk sementara maemnya di stroller dulu deh =)
